Keutamaan Menghafalkan Al Qur’an

  • Whatsapp
Ilustrasi fadhilah al-Quran

Teman– teman para penghafal Al Qur’an, masih semangatkah untuk menghafalkan Al qur’an? Ataukah mulai sedikit berkurang semangat kita untuk menghafalkan Al Qur’an? Atau bahkan hilang semangat kita untuk memghafalkan Al Qur’an?  jangan sampai ya teman- teman.   Maka dari itu, ana akan sebutkan beberapa atsar untuk kembali membangkitkan semangat kita untuk menghafal Al Qur’an.

  1. Dari ummul mu’minin Aisyah RadhiyaAllahu ta’ala anha, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda:” الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة، والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران” [1] وفي لفظ: ” مثل الذي يقرأ القرآن وهو حافظ له مع السفرة الكرام البررة، ومثل الذي يقرأ وهو يتعاهده وهو عليه شاق فله أجران”.[2]

Artinya:  “barang siapa yang mahir dalam membaca Al Qur’an maka ia bersama para Malaikat, dan barang siapa  yang membaca Al Qur’an dengan terbata- bata dan mendapatkan kesulitan maka baginya dua pahala. Dan dalam lafaz yang lain “barang siapa yang membaca Al Qur’an dan ia hafal maka ia bersama para malaikat dan barangsiapa yang membaca Al Qur’an dan ia selalau mengulanginya karena mendapatkan kesulitan saat menghafalkanya  maka baginya dua pahala”.

 

Masya Allah, betapa agungnya balasan dari Allah ta’ala untuk setiap hambaNya yang selalu berusaha untuk bersama dengan Al Qur’an. Apa lagi jika bisa menghafalkanya, bahkan jika kita mendapatkan kesulitan saat menghafalkanya Allah ta’la akan tetap memberikan dua pahala bagi kita.

Semakin banyak kesulitan yang kita dapatkan semakin banyak pahala yang kita dapatkan dan semakin banyak pahala yang kita dapatkan maka, semakin menjadikan hidup kita penuh dengan keberkahan.

Ditambah lagi barang siapa yang bersama dengan Al Qur’an maka ia akan disandingkan dengan makhluk Allah ta’ala yang mulia yaitu adalah para malaikat.

 

 

  1. يُقالُ لصاحبِ القرآنِ اقرأْوارقَ ورتِّلْ كما كُنتَ تُرتِّلُ في الدُّنيا فإنَّ منزلَك عند آخرِ آيةٍ تقرؤُها[3]

Dari sahabat Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ta’ala anhu, Rasulullah sallahu alaihi wa sallam besabda: “ dikatakan kepada ahlul al qur’an  (di akhirat) bacalah Al Qur’an, naiklah, bacalah ia sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia karena sesuangguhnya manzilah (kedudukan) engkau sesuai dengan akhir ayat yang engkau baca”.

 

Teman- teman para penghafal Al Qur’an, betapa indahnya jika di akhirat nanti kita mendapatkan keistimewaan untuk menentukan sendiri sebarapa tinggi derajat kita di akhirat,  yang tentunya ini adalah keutamaan dari Allah ta’ala bagi para hambanya yang berusaha untuk menjaga firmaNya.

 

  1. فقالَ: صَلُّوا صَلاةَ كَذا في حِينِ كَذا، وصَلُّوا صَلاةَ كَذا في حِينِ كَذا، فإذا حَضَرَتِ الصَّلاةُ فَلْيُؤَذِّنْ أحَدُكُمْ، ولْيَؤُمَّكُمْ أكْثَرُكُمْ قُرْآنًا[4]

Artinya: dari sahabat Amr bin Salamah radhiyallahu ta’ala anhu Rasulullah shallahu alaihi wassallam bersabda: “Tunaikanlah sholat pada waktu ini, dan tunaikanlah sholat pada waktu ini, jika datang waktu sholat kumadangkan azan diantara kalian, dan yang memiliki hafalan terbanyak yang menjadi imam”.

 

Teman- teman, sama- sama kita tau sholat memiliki keutamaan yang sangat besar disisi Allah ta’ala. Maka, memimpin sholat sebagai imam pastilah hal yang mulia juga. Kemulian tersebut Allah ta’la utamakan bagi hambanya para penghafal Al Qur’an. Maka, jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha menghafalkan Al Qur’an.

 

  1. كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَجْمَعُبيْنَ رَجُلَيْنِ مِن قَتْلَى أُحُدٍ، ثُمَّ يقولُ: أيُّهُمْ أكْثَرُ أخْذًا لِلْقُرْآنِ؟ فَإِذَا أُشِيرَ له إلى أحَدِهِمَا، قَدَّمَهُ في اللَّحْدِ[5]

 

Artinya: dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, dulu Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menggabungkan 2 orang yang meninggal pada perang uhud di dalam satu lahad, kemudian beliau shallahu alaihi wa sallam berkata: “siapa diantara mereka yang lebih banyak hafalan al qur’anya? Dan disaat salah satu diantara mereka ditunjuk maka, didahulukan untuk dikuburkan.

 

Teman- teman para penghafal al Al Qur’an yang dimulaikan Allah ta’ala. Kembali kita temukan keutamaan dari Rasulullah shallahu alaihi wa sallam untuk siapa yang memiliki hafalan al qur’an terbanyak. Semakin banyaknya hafalan seseorang akan mendapatkan keutamaan  yang banyak disisi rasulullah shallahu alaihi wa sallam maka jelas pula keutamaanya disisi sang pencipta.

 

So, teman-teman jangan ragu lagi untuk memulai menghafalkan Al Qur’an dan jangan ragu lagi untuk menyelesaikan hafalanya.

Semoga Allah ta’ala memberikan kita taufiq untuk menjadi diantara hambanya yang menjaga firman tuhanya dan semoga Allah ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkan Al Qur’an diseluruh aspek kehidupan kita amin.  Wallahu a’lam bisshowab.

 

 

Jundi Qoriba

Mahasiswa pasca sarjana (S2) Universitas Islam Madinah KSA. Murid halaqoh murojaah di Masjid Nabawy.

Madinah 1 syaban 1442 H.

 

[1] HR Bukhori (4937) & Muslim (798).

[2] HR Bukhori (4937).

 

[3] HR abu dawud (1464), An nasa’I (8056), Ahmad (6799).

[4] HR Bukhori (4302).

[5] HR Bukhori (1353).